News

08/02/2015 by : Administrator

Selain sektor perhotelan, kondominium-hotel (kondotel) pun mengalami pertumbuhan signifikan di Bali. Bahkan, menurut JLL Indonesia, pertumbuhannya mencapai 62 persen hingga akhir 2016 mendatang.

Pasokan baru yang masuk ke pasar dalam dua tahun tersebut sebanyak 3.308 unit. Dari total jumlah pasokan baru tersebut, sebesar 78 persen di antaranya merupakan kondotel kelas menengah dan 22 persen kelas atas.

Sedangkan pasokan eksisting sejumlah 4.908 unit, dengan proporsi kelas menengah sebanyak 81 persen, dan kelas atas 19 persen. Dengan demikian, total kumulatif kondotel yang menyesaki Bali hingga 2016 sejumlah 7.956 unit yang terbagi dalam 79 persen kelas menengah, dan 21 persen kelas atas.

Wilayah Kuta Selatan dianggap paling favorit sebagai lokasi pengembangan kondotel, yakni 47 persen dari total 3.308 pasokan baru. Menyusul tempat kedua Kuta Pusat sebanyak 25 persen, Kuta Utara 23 persen, dan Denpasar lima persen.

Sebagian besar dari total pasokan baru yang akan datang menawarkan 21 hingga 28 hari per tahun kepada pemilik untuk dapat menempati propertinya.

Tak hanya pasokan yang mengalami pertumbuhan, harga kondotel pun tercatat terus menunjukkan kenaikan signifikan. Untuk kondotel kelas menengah, saat ini berada pada kisaran Rp 24 juta hingga Rp 48 juta per meter persegi. Sedangkan kelas atas sudah menyentuh level Rp 42 juta hingga Rp 64 juta per meter persegi.

Demikian halnya dengan tingkat penjualan. Untuk kelas menengah sebanyak 82 persen di antara pasokan baru sudah terjual, sedangkan kelas atas sebanyak 52 persen.

"Pasar domestik menempati porsi mayoritas dari total jumlah investor yang membeli kondotel di Bali. Mereka mengharapkan ekspektasi tinggi terhadap sewa, pengembalian investasi, atau pun buy back guarantee," tulis JLL.


Source: properti.kompas.com